Jibril dan Mikail Yang Tidak Punyai Perasaan Menangis Tatkala Allah Melaknat Azazil

Tahukah anda? Makhluk yang paling Alim. Dialah Yang Kuat Beribadah. Akan Tetapi, akhirnya Menjadi Makhluk yang paling hinna Disisi Allah S.W.T

Ini ialah kisah sebelum terjadinya kejadian manusia dan pada saat terciptanya Nabi Adam, ada mesej tersurat yang amat penting bagi kita semua dalam kisah ini, semoga kita tidak ulangi kesilapan seperti yang dilakukan ibliss…

Sangat menginsafkan.Sebelum jadi ibliss,namanya Azazil,pernah menjadi penghulu para malaikat. Si ibliss ini pernah berdiri dibarisan hadapan mendahului Jibril As dan Mikail As.

*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّدٍ*

Sebelum dikutok menjadi ibliss Azazil merupakan hamba Allah yang sentiasa taat dan patuh mengerjakan perintah-Nya. Namun sejak peristiwa penciptaan Nabi Adam as, Azazil menentang untuk bersujud kepada Adam yang akhirnya dikutuk menjadi ibliss.

Sebelum zaman dimana manusia diciptakan, dunia ini dihuni oleh bangsa ji’n yang pada ketika itu rakus membuat kerusakan di atas muka bumi. Diantara golongan ji’n ini terdapat salah satu darinya yang sangat soleh dan taat pada Allah sehingga Allah menaikkan darjatnya menjadi panglima seluruh malaikat Allah.

Azazil merupakan dari bangsa ji’n yang paling soleh dan taat. Diriwayatkan ketika disuruh bersujud kepada Allah, Azazil akan bersujud selama 1000 tahun.

Keadaan bumi yang dihuni golongan ji’n lainnya ketika itu dipenuhi dengan kerusakan dan kema’ksiatan. Begitu biadappnya mereka hingga akhirnya Allah pun mengutuskan pasukan tenterranya dari langit yang dipimpin oleh Azazil dan para malaikat. Allah melantiknya menjadi panglima perang untuk menghancorkan seluruh golongan ji’n yang ada di muka bumi. Bagaimanapun ada diantaranya yang sempat bersembunyi di dasar laut, di dalam gua dan di tengah hutan. Allah memerintahkan untuk membiarkan mereka.

Sekembalinya ke langit Allah memerintahkan untuk mengumpul semua malaikat termasuk Azazil. Allah telah menyampaikan maksud untuk mencipta seorang Khalifah (pemimpin) di muka bumi menggantikan golongan ji’n.

Mendengar apa yang Allah maksudkan, Azazil yang sudah menunaikan tugasnya untuk menghancurkan seluruh ji’n di atas muka bumi ini menjadi gelisah kerana merasa bangsanya sendiri sudah dihabisi malah Allah pula hendak mencipta makhluk lain untuk tinggal di bumi. Azazil merasa ketidakadilan dengan keputusan Allah ini. Lalu Azazil menghasot para malaikat untuk mempertikaikan keputusan Allah ini. Sekalian malaikat kemudiannya menyatakan bahawa,

” Ya Allah , mengapa engkau hendak menjadikan khalifah dimuka buminya hanya akan membuat kerusakan dan menompahkan darrah dibumi, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji Engkau ”

Surah Al-Baqarah : 30

Allah menjawab kepada para malaikat,

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Surah Al-Baqarah : 30

Lalu Allah pun mencipta Nabi Adam as yang terbuat dari tanah liat dengan sekali kata ‘kun fayakun’ ( jadilah maka jadilah ia ). Allah pun mengajarkan Nabi Adam nama-nama segala hal yang ada di alam semesta ini dan setelah mengajarkan nama-nama itu Allah pun membawa Nabi Adam kepada para malaikat dan menyeru para malaikat untuk menyebutkan nama-nama yang ada di alam

semesta ini. Para malaikat pun menjawab:

“Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau jualah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana”.

Surah al-Baqarah : 32

Lalu Allah memerintahkan Nabi Adam untuk mengajarkan nama-nama tersebut kepada para malaikat termasuk Azazil sesudah Nabi Adam as mengajarkan nama-nama itu. Allah pun berfirman:

Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, “Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Surah al-Baqarah : 33

Para malaikat pun mendengar apa yang dikatakan Allah. Begitu juga dengan Azazil yang merasa semakin rendah dengan Nabi Adam yang lebih pintar daripadanya padahal Azazil merupakan imam kepada seluruh malaikat ketika itu.

Kemudian Allah memerintahkan seluruh malaikat dan ji’n untuk bersujud kepada Nabi Adam lalu seluruh malaikat bersujud kecuali Azazil. Ketika para malaikat bangkit dari sujud nya Mereka semua terkejut melihat Azazil yang tidak ikut sujud. Al-quran menerangkan :

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat “sujudlah kamu kepada adam, maka sujudlah mereka kecuali ibliss, dia adalah dari golongan ji’n, maka ia menderrhakai perintah Rabbnya”

Surah al-Kahfi : 50

Azazil dengan sombongnya enggan bersujud kepada Nabi Adam dan malah lebih teruk lagi Azazil seolah-olah mengajar Allah bahawa sifat zatnya lebih mulia daripada Nabi Adam as. Azazil mengatakan bahawa Nabi Adam tercipta dari tanah yang kotur manakala ia dicipta dari api.

Allah murrka dan menghalau Azazil dari syurga dan turun ke bumi. Ketika Azazil dikeluarkan dari syurga, tubuhnya berubah menjadi mengerikan. Tumbuh ekor berhujung tajam di belakangnya, tumbuh tanduk di kepalanya dan pelbagai perubahan mengerikan yang terjadi pada dirinya. Pada awal perciptaannya sangat mengagumkan kini menjadi sangat menjijikkan. Sejak pertama kali dikeluarkan dari syurga namanya digantikan menjadi nama yang paling terlakknat dan paling dibenci iaitu lbliss. Hanya inggkar dengan satu perintah Allah SWT pemimpin yang paling diagung-agungkan berubah menjadi makhluk paling terlakknat.

Sebelum dicampakkan ke dunia, Azazil meminta kepada Allah agar diberi penangguhan pembalassannya. Allah memperkenankan permintaanya. Ibliss diberi hayat yang panjang selama manusia masih hidup di permukaan bumi sebagai khalifah.

Ibliss juga bersumpah akan menyessatkan Adam dan anak cucunya, seluruhnya, Kecuali hamba-hambaMu yang mukmin di antara mereka.

Sumber video : Ustaz wadi anuar

https://m.facebook.com/groups/ustazwadiannuarofficial/permalink/177310470855182/

https://www.facebook.com/ustazwadiannuarofficial/videos/151387460245963/

Love dari 💪,

Kredit: Abam Ameer Hamzah Mohamad

Manakala dibawah ini pula adalah kisah Azazil yang sama juga tapi versi penulisan negara jiran…

Ibliss merupakan musoh bagi umat manusia, sepanjang hidupnya Ibliss sudah bersumpah kepada Allah bahwa ia akan berusaha untuk menyesatkaan anak cucu Adam yang jauh dari jalan Allah agar mereka mau menjadi pengikutnya dan menjadi orang-orang yang tersesaat. Untuk itu, marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita tidak terhasut oleh tiipu daya Ibliss.

Tapi, tahukah Anda bahwa jauh sebelum Nabi Adam diciptakan, Ibliss adalah merupakan makhluk yang mulia disisi Allah dan merupakan salah satu makhluk yang paling di horma’ti oleh Malaikat. Kasih sayang Allah terbesar kepada Ibliss adalah bahwa yang pertama dia telah mendapatkan taufik untuk menyembah Allah SWT. Yang kedua karena ibadahnya yang banyak, dia dimasukkan ke dalam kumpulan para malaikat. Dan sebaik-baik pertolongan Allah kepadanya adalah ia menjadi teman pendamping para malaikat sehingga dapat memahami keindahan, kesucian dan kebersihan mereka. mulianya Ibliss pada masa itu, dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa Ibliss itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, lalu langit yang kedua disebut az-Zahid, kemudian langit ketiga namanya disebut al-Arif, pada langit keempat namanya adalah al-Wali, pada langit kelima namanya disebut at-Taqi, pada langit keenam namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz (Lauhul Mahfudz) namanya ialah Ibliss.

Dikisahkan Ibliss dulunya adalah ahli ibadah yang tidak pernah membangkang dan mengeluh terhadap perintah-perintah Allah. Ia pernah bersujud kepada Allah selama 1000 tahun lamanya dan ia sangat giat dalam beribadah.

Bahkan Ibliss pernah menjadi Sayyidul Malaikat (Penghulu atau Pemimpin Malaikat), dan Khozinul Jannah (Bendahara Surga). Namun, lama-kelamaan Ibliss menjadi sombong dan angkuh. Ia menganggap bahwa dirinya adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya di antara makhluk-makhluk Allah yang lain.

Hingga pada suatu saat ketika Allah baru saja menciptakan Adam sebagai manusia, maka Allah memerintahkan Ibliss untuk bersujud kepada Adam, lalu Ibliss berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam dari pada tanah.”. Kemudian Allah berfirman kepada Ibliss, “Aku membuat apa yang Aku kehendaki.”.

Oleh karena ibliss memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam karena ia merasa bangga dan sombong. Dia berdiri tegak hingga malaikat selesai bersujud. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati Ibliss tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud.

Maka para malaikat bersujud kembali untuk kali kedua kerana bersyukur, tetapi Ibliss telah dirasuki oleh sifat angkuh dan sombong tetap enggan sujud. Dia berdiri tegak dan berpaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikuti mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas pembangkangannya terhadap Allah.

Kemudian Allah merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan ke bentuk hiina yang menyerupai baabi hutan. Allah membentuk kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya.

Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring baabi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari surga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi, Allah melaaknatnya hingga hari qia’mat kerana dia menjadi kapir.

Meski Ibliss pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

Ketika Allah membalas tipu daya ibliss, maka menangislah Malaikat Jibril dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman kepada para Malaikat, “Apakah yang membuat kamu menangis?”, lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”. Kemudian Allah kembali berfirman kepada Malaikat, “Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaKu.”.

Setelah di usir dari surga, maka Ibliss berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Surga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.” Lalu Allah berfirman pada Ibliss, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”. Berkata lagi ibliss, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”.

Berkata ibliss lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”. Berkata ibliss lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.”, maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda maupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haraam. Dan pada anak-anak, yaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan persetubohan dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syiirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jaahat dan berjanjilah mereka.”.

Hal ini juga disebutkan dalam surah al-Isra ayat 64 yang artinya:

“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” [QS. Al-Isra ayat 64]

Sebelum dilaknaat Allah, Ibliss pernah melakukan tugas-tugas mulia yang diperintahkan Allah kepadanya yaitu:

1. Ibliss sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 tahun.
2. Ibliss pernah hidup bersama bergabung dengan Malaikat selama 80.000 tahun.
3. Ibliss diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun.
4. Ibliss menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun.
5. Ibliss melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 tahun.

Jadi, keseluruhan Ibliss beribadah melakukan semua perintah Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih. Selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Arsy).

Ibliss tidak merasa lelah dan mengeluh dalam menjalankan perintah Allah yang mulia ini. Ibliss menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah semata.

Pada masa itu malaikat dan lainnya memberi gelar kepada Ibliss Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A’zazil (panglima besar malaikat).

Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, Ibliss beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Arsy selama 14.000 tahun. Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh Ibliss begitu dihorma’ti oleh para Malaikat.

Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arsy, dan sebagainya, mereka semua menghorma’ti pada Ibliss sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga bila Ibliss berjalan di depan para malaikat, maka malaikat menghorma’ti pada Ibliss, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama Ibliss di penjuru alam semesta.

Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan Ibliss terselubung rapi tidak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Al-kapir Al-mal’un (Iblis inkar terkutuk). Dalam sumber lain, Ibliss pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah ji’n yang taat kepada Allah dan memang Ibliss sebenarnya adalah dari golongan ji’n seperti pada firman Allah,

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat ‘Sujudlah kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Ibliss. Dia adalah dari golongan Jiin, maka ia mendurhakai Tuhannya” [QS. Al-Kahfi ayat 50]

Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua, begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat.

Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, karena dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat. Azazil adalah imam dari seluruh malaikat (Al-muqorrobun, imamul jami’il malaikat).

Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80.000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadirat Allah SWT.

Dalam satu riwayat menceritakan, malaikat Israfil melihat yang tersurat di Luh Mahfuz ada tercatat satu suratan yang berbunyi: “Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80.000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”.

Maka menangislah Israfil karena bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz.

Maka menangislah sekelian para malaikat karena takut dan bimbang dengan nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, agar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat.

Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa: “Ya Allah, janganlah Engkau murka terhadap mereka (para malaikat).” Namun, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Setelah mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan: “Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesaat dan terlaaknat.”.

Lalu Allah Menciptakan Adam as, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.
Bukan saja enggan sujud, Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah: “Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam’, lalu mereka sujud kecuali ibliss. Dia berkata: ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'” [QS. Al-Isra ayat 61]
Kesombongan Ibliss ini berpuncak pada iri hati dan kedengkian Ibliss terhadap Adam. Ia tidak terima karena Allah akan menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi. Karena ia merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan ia lebih mulia karena diciptakan dari api.

Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa akan dirinya dimata Allah. Tak seharusnya ia membangkang perintah Tuhannya. Maka setelah itu, Ibliss akhirnya diusir dari surga. Namanya dirubah menjadi Ibliss dan dia bersumpah akan menyesatkan manusia dibumi.

“Dia (ibliss) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari qia’mat, niscaya benar-benar akan aku sesaatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. [QS. Al-Isra ayat 62]

Kemudian Allah berfirman, “Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya nera’ka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.” [QS. Al-Isra ayat 63]

Dari kisah ini kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa Ibliss yang dulunya adalah ahli Ibadah dan makhluk Allah yang mulia sekalipun bisa menjadi makhluk yang dilaknat oleh Allah karena kesalahannya. Untuk itu, sebaiknya kita menjauhi sifat-sifat Ibliss seperti sombong, angkuh iri dengki dan yang lainnya agar kita terhindar dari laknat Allah.

Alhamdulillah semoga perkongsian ini mendekatkan kita dengan ALLAH maha pencipta, dan sentiasa mengingatkan kita dengan ma’ti dan qia’mat yang tiba pada bila-bila masa. Harap tuan/puan dapat like dan share artikel ini kepada rakan-rakan lain mudah-mudahan bertambah ilmu kita bersama!

Sampaikanlah walau hanya sepotong ayat

> HARMAGIDUN<

Untuk pelbagai info lain boleh layari laman web dan follow telegram dibawah:

– Bagi yang ingin belajar cara trading saham secara PERCUMA boleh layari laman web https://entrybiru.com/
– Untuk mengikuti kelas intensif khas saham secara PERCUMA di telegram boleh join channel telegram https://t.me/EntryBiru
– Bagi mendapatkan sebarang info dan bahan pengajaran dan pembelajaran kurikulum sekolah rendah dan menengah boleh layari laman web https://sumberpendidikan.com/
– Untuk mendapatkan updet terkini secara lebih pantas dan mesra pengguna dari web sumberpendidikan boleh join channel telegram https://t.me/sumberpendidikan
– Sedang mencari tawaran kerja kosong kerajaan, GLC atau swasta? Layari https://travula.com.my/

Semoga ALLAH permudahkan segala urusan kita tidak kira dalam apa jua bidang diceburi. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published.